Sunday, August 26, 2012

GEJALA SEX MATANG DINI PADA ANAK ZAMAN SEKARANG

Hallo ayah edy, aku Hesty (bukan nama sesungguhnya). please tolong dong..???. aku lagi agak2 resah nich... masak anakku masih baru usia kira4 tahun kok udah cerita2 seneng ama teman cowoknya di Kinder Gartennya, wah... aku suprise juga.. sekaligus bingung kok bisa ya... trus sebagai ortu bagaimana yach... aku harus menyikapinya...? Please tolong di jawab asap ya...please...

Bu Hesty yg baik,

Kira-kira putri kecil ibu lebih mirip siapa ya...? ayahnya atau bundanya waktu masih kecil dulu..?.(maaf sekedar bergurau).

Memang betul sekali belakangan ini sy sering mendapat keluhan dari orang tua mengenai anak-anak usia dini mereka yang sudah menunjukkan tanda-tanda ketertarikan pada lawan jenis juga bertanya seputar organ dan aktivitas seksual. Cukup mengejutkan memang jika dibandingkan dengan zaman kita kecil dulu yg mungkin baru mulai tertarik pada lawan jenis saat usia SMP atau malah SMA.

Dari seorang ahli nutrisi sy mendapatkan masukan bahwa hal ini mungkin dipicu oleh jenis2 makanan yg banyak dikosumsi oleh anak kita dewasa ini yg sebagian besar telah dicampur dengan sejenis hormon pertumbuhan baik disuntikan pada binatang konsumsi ataupun di campur bersama zat-zak kimia lainnya.

Terlepas dari benar tidaknya hal tersebut tapi sy yakin bahwa hormon pertumbuhan yg disuntikan pada hewan kosumsi seperti ayah boiler dan sapi ada kaitannya dengan pertumbuhan hormon2 estrogen dan testosteron yg menyebabkan terjadinya seks matang dini pada anak-anak kita.

Faktor kedua adalah banyaknya jenis rangsangan seksual yg mempercepatnya matangnya hormon seksual pada anak2 terutama melalui program televisi yg menyajikan tayangan yg sangat kental sekali dengan bumbu adegan pornografi. Jika ibu cermati tayangan sinetron anak-anak zaman sekarang hampir semuanya di bumbui kisah percintaan dan suka-sukaan meskipun pemerannya masih anak2 usia belia dan bahkan mungkin ada yg tergolong masih balita.

Sementara jika dibandingkan dengan saat kita kecil dulu akses dan tontonan yg berbau percintaan semacam ini sangatlah terbatas (kita dulu hanya punya satu stasion TV yg di awasi ketat). Menurut hemat saya faktor inilah yg menjadi pemicu terbesar prilaku sex matang dini anak.

Selain tontonan ternyata komik2 bergambar anak sejenis manga dan hentai ada juga yg dibumbui adegan seks yg vulgar, Bahkan film2 seperti Avatar dan sejenisnya kerap juga disisipi adegan pornografi.

Yang lebih mengerikan lagi ternyata Game-game anak seperti GTA (Grand Theft Auto) baik di Play Station, Gadget2 anak atau di Game On Line Internet juga berisi adegan kekerasan dengan adegan senggama yg vulgar. Game GTA ini telah menjadikan anak kita untuk berperan sebagai pencuri mobil dan melawan polisi atau hukum. Dan jika berhasil mengalahkan Hukum, maka anak kita akan mendapat hadiah memilih wanita xxx untuk di ajak bercinta hingga bersenggama.

Bayangkan jika kita sebagai orang tua tidak mengetahui ini semua ??? Sementara Game2 on line semacam ini banyak bertebaran dimana2 tertutama di dekat2 tempat anak kita bersekolah. (sumber Buku Membangun Indonesia yg kuat dari keluarga, penerbit Tangga Pustaka)

Hal ini juga ternyata di benarkan berdasarkan teori neuro sains (Teori Sains Otak) yg mengatakan bahwa sistem syaraf otak anak kita akan merespon hal-hal apa yg paling sering di terima oleh sistem indra penerimanya, dan hal tersebut akan mempercepat proses pertumbuhan hormon2 terkait. Sehingga pada akhirnya ini akan memicu munculnya fenomena seks matang dini. Mungkin ini mirip dengan perumpamaan buah yg di petik dan di peram atau di Karbit agar lebih cepat matang atau matang dipercepat sebelum waktu alamiahnya.

Masalahnya jika hal ini sudah terlanjur terjadi apa yg perlu kita lakukan?

Langkah pertama tentu saja sy menganjurkan para orang tua sedapat mungkin tidak memarahi anaknya, karena marah hanya akan menyebabkan anak tidak mau bercerita pada kita orang tuanya dan mungkin ia memilih cerita pada orang lain atau temannya, ini akan menjadi jauh lebih tidak terkendali dan bisa lebih berbahaya.

Langkah kedua adalah tenang dalam menanggapinya, bahkan berikan rasa antusias dan ketertarikan kita untuk mendengar lebih dalam ceritanya dan asal-usulnya.

Langkah ketiga adalah hanya bertanya dan terus menggali tanpa marah, mencela, menuduh atau menyanggah.

Langkah2 komunikatif tersebut di atas, kami sebut Probing (menggali) telah di tuangkan secara detail dalam buku kami yg berjudul "Mendidik anak zaman sekarang itu ternyata mudah lho... Asalkan tau caranya" diterbitkan oleh Tangga Pustaka. cara2 ini telah berhasil di praktekan oleh para orang tua yg pernah mengikuti Parenting ini.

Semakin ramah kita pada anak maka semakin mudah kita menggali informasi dari anak, semakin lengkap informasi maka semakin mudah kita melakukan tindakan penyelamatan.

Ingat anak akan jauh lebih mudah diarahkan jika kita lebih ramah dan bersahabat ketimbang kita marahi dan hukum.

Langkah berikutnya adalah Pencegahan, kami menganjurkan para orang tua untuk memilihkan makanan yg lebih alami tanpa hormon pertumbuhan. Dan yg jauh lebih penting adalah menghindari anak dari melihat tontonan atau tayangan yg memicu pertumbuhan hormon2 seksual anak sebelum waktunya. Baik melalui TV, Bacaan komik porno juga Game2 yg berisikan kekerasan dan pornografi.

Sebenarnya seks sendiri adalah sesuatu yg netral, Ia akan menjadi cenderung negatif manakala hadir tidak pada tempatnya dan belum waktunya,

Sesungguhnya jika kita mau, Seks itu bisa kita arahkan responsenya menjadi Sains biologi yg menjadi fungsi kerja bagian otak kiri anak, misalnya dengan memberi penjelasan ke arah sistem reproduksi yg terdapat pada hewan dan tumbuhan. Sementara Seks akan mengarah pada pornografi jika yg ditampilkan adalah bentuk2 visual imaginasi dan erotisme (yg menjadi bagian dari fungsi kerja otak kanan anak).

Masalahnya adalah pada masa anak2 biasanya mereka cenderung bereaksi dominan dengan otak kanan (visual)nya, jadi jika mereka melihat adegan seks tanpa bimbingan dari orang dewasa yg tepat (ortu dan guru) maka mereka langsung merespon hal tsb sebagai erotisme.

Untuk anak-anak usia dini akan jauh lebih baik jika pembicaraan seputar seks dan hubungan lawan jenis di arahkan pada Sains Biologi dan kedokteran ketimbang pada visualisasi imaginasi, hanya sayangnya tayangan televisi kita malah melakukan sebaliknya..

Ketika anak sudah terlanjur melihat dan bertanya seputar ketertarikan lawan jenis dan aktivitas seksual sebaiknya tidak perlu panik dan ditutup-tutupi, sedapat mungkin kita mengarahkan penjelasan kita pada sisi sains dari organ seks dan hubungan seks misalnya dengan menjelaskan proses reproduksi, kemudian sedapat mungkin mengajak anak untuk mengeksplorasi aktivitas reproduksi misalnya pada serangga, pada beberapa jenis ikan, berbagai macam tumbuhan dan sebagainya agar setiap ia melihat aktivitas seksual ia terbiasa untuk melihatnya sebagai sebuah aktivitas sains biologi yg alami.

Selain itu kita juga bisa menambahkan penjelasan tentang efek2 penyakit yg ditimbulkan akibat aktivitas sexual yg tidak sehat berikut contoh2 gambar yg kita ambilkan dari buku2 sains kedokteran. Jika ini yg lebih sering kita lakukan dan perlihatkan pada anak maka otak kiri anaklah yg akan jauh lebih dominan bekerja manakala datang pengaruh dari luar yang berbau pornografi dan seksual.

Cara inilah yg juga kami terapkan di sekolah kami dan pada orang tua yg menyekolahkan anaknya disana, karena proses ini perlu kekompakan antara orang tua dan pihak guru disekolahnya untuk membentengi anak kita dari fenomena bahaya sex matang dini yg saat ini marak terjadi dimana-mana.


No comments: